SEDIKIT MENGENAL ULŪMUL HADĪTS
'Ulumul Hadits terdiri dari dua suku kata yaitu AL-ULŪM yang merupakan bentuk jamak dari AL-'ILM bermakna "Pengetahuan" (Knowledge, science), sementara AL-HADĪTS adalah ucapan, perbuatan, maupun ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Saw., Sahabat dan Tabi'in
As-Suyuthi mengatakan bahwa para ulama' mutaqoddimin mendefinisikan 'Ulūmul Hadits ialah :
علم يبحث فيه عن كيفية اتصال الحديث بالرسول ص من حيث أحوال رواته ضبطا وعدالة ومن حيث كيفية السند اتصالا وانقطاعا ونحو ذلك
"Ilmu pengetahuan yang membahas tentang tata cara persambungan sanad kepada Rasulullah Saw. dari segi ihwal (keadaan) para periwayatnya yang mencakup kedhobitan dan keadilan, dan dari segi tersambung dan terputusnya sanad, dan lain sebagainya".
Pembahasan dari ilmu pengetahuan 'Ulumul Hadits ini mencakup segala aspek yang berkaitan dengan Hadits. Dan alasan penggunaan bentuk jamak (AL-ULÛM) bukan tunggal (AL-'ILM). Karena ilmu-ilmu ini bersangkut-paut dengan Hadits-hadits Nabi yang banyak, baik dari segi macamnya maupun cabangnya. Hakim an-Naisabury (w.405) misalnya, dalam kitabnya "Ma'rifah Ulûmul Hadîts" mengemukakan bahwa ada 52 macam ilmu hadits. Muhammad Bin Nasir al-Hazimi, tokoh ahli hadits klasik, juga mengatakan bahwa ada 100 lebih macam hadits yang masing-masing darinya punya objek kajian khusus.
Pada masa awalnya, Ulūmul Hadits adalah satu jenis fan ilmu yang khusus membahas Hadits secara keseluruhan tanpa adanya pemisah antara Ilmu Hadits Riwayah dengan Ilmu Hadits Dirâyah. Pemisahan itu baru dilakukan oleh Ibnu al-Akfani dan al-Khatib Abu Bakar al-Baghdadi (w.364) dalam karyanya (al-jami' li adâb as-syaikh wa as-sâmi'). Dalam kitabnya, mereka membagi Ulūmul Hadits menjadi dua bagian :
1. Ilmu Hadits Riwayah
'Ajjaj al-Khatib memberi definisi Hadits Riwayah ialah :
العلم الذي يقوم على السند ما أضيف إلى النبي ص من قول أو فعل أو تقرير أو صفة خَلْقية أو خُلُقية نقلا دقيقا محرَّرا
"Ilmu pengetahuan yang menukilkan segala yang disandarkan kepada Nabi Saw. dari perkataan, perbuatan, ketetapan, akhlak, dan sifat anggota tubuh dengan penukilan yang teliti"
Dapat kita katakan bahwa pembahasan tentang Ilmu Hadits Riwayah ini fokus membahas matan (isi) dari Hadits itu sendiri yang mencakup perkataan, perbuatan maupun ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Saw., Sahabat dan Tabi'in
2. Ilmu Hadits Dirâyah
Imam Ibnu Hajar al-Asqolani memberi definisi yaitu :
علم يعرف به أحوال الراوي والمروي من حيث القبول والرد
"Ilmu pengetahuan yang membahas ihwal (keadaan) periwayat dan yang diriwayatkan (matan) dari segi diterima dan tertolak"
Adapun Ilmu Hadits Dirâyah fokus membahas tentang Sanad, Matan dan periwayatnya secara implisit dan eksplisit. Dan pada akhirnya bisa kita istilahkan bahwa Ilmu Hadits Dirâyah berstatus sebagai input, sedangkan Ilmu Hadits Riwayah sebagai output.
Komentar
Posting Komentar